Minggu, 01 Januari 2012

Gugus Bintang Omega centauri VS Pleiades


Gugus bintang merupakan bintang-bintang yang sangat banyak terikat bersama membentuk kelompok dikarenakan kedekatannya yang menciptakan gaya gravitasi dari masing-masing bintang itu. Secara umum ada 2 macam gugus bintang yaitu gugus bola dan gugus galaktik.
Pertama, Gugus bola adalah gugus bintang yang bentuknya menyerupai bola simetri yang populasinya berada di luar bidang galaksi, yaitu di wilayah yang dikenal sebagai halo galaksi. Para astronom telah mengidentifikasi ribuan gugus bintang di galaksi Bimasakti, tetapi tidak lebih dari sekitar 200 gugus bola ditemukan.
Contoh dari gugus bola ialah Omega Centauri (Cen ω) atau NGC 5139 yang dulu ditemukan oleh Edmond Halley pada tahun 1677 dan terdaftar sebagai nebula. Baru pada 1830 astronom Inggris John William Herschel mengakui bahwa omega centauri ini sebagai gugus bola. Pada tahun 1999, sebuah tim yang dipimpin oleh Young-Wook Lee dari Universitas Yonsei, Korea Selatan memperoleh diagram warna-magnitudo untuk 50.000 anggota bintang Omega Centauri dengan teleskop di Chile CTIO. Studi ini menunjukkan bahwa bintang-bintang dari cluster ini tidak membentuk semua sekaligus, tapi selama periode waktu 2-miliar-tahun. Ini untuk pertama kalinya ditemukan  ada beberapa populasi yang berbeda di gugus bola. Tim yang melakukan pekerjaan ini berspekulasi bahwa hasil ini mungkin menunjukkan bahwa Omega Centauri mungkin sisa-sisa inti dari sebuah galaksi kecil yang telah bergabung dengan Bimasakti kita. Omega centauri ini sangat terkenal karna merupakan gugus bintang paling besar yang mengorbit galaksi bimasakti dan paling dekat dengan bumi juga bisa dilihat dengan mata bugil di konstelasi (rasi bintang) Centaurus.
Kedua, Gugus galaktik adalah gugus yang berlokasi dalam piringan galksi dan biasanya ditemukan di dalam atau di dekat lengan spiral. Gugus ini beranggotakan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan gugus bola. Bentuk gugus umumnya memang bulat begitu juga  gugus galaktik ini, namun bulatnya gugus galaktik tidak memiliki tingkat kesimetrisan yang tinggi seperti pada gugus bola. Bahkan beberapa gugus galaktik ini bentuknya tampak tidak beraturan sehingga biasa disebut juga gugus terbuka(open cluster).
Contoh gugus galaktik ialah Pleiades yang dalam tradisi perbintangan Jawa dikenal sebagai Lintang Wuluh. Kita dapat melihat 6-7 bintang di dalamnya dengan menggunakan mata bugil dari sinilah Pleiades juga disebut “Seven Sisters” dimana 7 bintang itu ialah g Maia, Alcyone, Asterope, Celæno, Elektra, Merope, dan Taygeta. Namun sebenarnya di dalam pleiades terdapat sekitar 250 sampai 500 bintang.  Pleiades ini didominasi oleh bintang-bintang biru panas yang terbentuk kurang dari 100 juta tahun yang lalu. Debu yang membentuk nebula pemantul di sekitar bintang-bintang terang awalnya dikira sebagai sisa-sisa pembentuknya, namun sekarang diketahui bahwa nebula tersebut hanyalah awan debu medium antarbintang yang kebetulan sedang dilintasi oleh pleiades sendiri. Pleiades ini sangat terkenal karena merupakan gugus bintang paling jelas dilihat dengan mata telanjang di salam rasi taurus, dan salah satu yang terdekat dengan Bumi.
Kalau masalah siapa yang paling terkenal antara omega centauri dan pleiades di indonesia, saya jawab pleiades lebih terkenal. Kalau tidak percaya coba saja cari di google dengan keyword “omega cantauri” pasti yang keluar artikel berbahasa inggris semua hahahaha :D

DL
referensi: wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar